BERBAGI
ILMU: Yocie Gusman saat menjadi narasumber dalam workshop pertanian
yang digelar Kementan di Kampus IPB, belum lama ini. Tian/Radar Bogor
Yocie Gusman,
tokoh muda yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi warga Kota Bogor.
Ia pernah memimpin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor periode
2004-2009. Di era kepemimpinannya, PKS berhasil mengantarkan dua
kadernya di pemerintahan, yakni Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jabar
dan Ahmad Ru’yat sebagai Wakil Walikota Bogor. Meskipun Yocie tak lagi
memegang jabatan politis di Kota Bogor, semangat pengabdiannya tidak
pernah luntur.
-----
Saat ini Yocie bersama Yayasan Ar Ruhamaa ikut aktif dalam pemberdayaan
anak-anak yatim. Kiprahnya sebagai kepala cabang di sebuah bank
syariah, diimbangi Yocie dengan pengabdiannya membina dan mengembangkan
lembaga keuangan mikro syariah melalui lembaga yang dibentuknya.
Di samping itu, Yocie aktif sebagai pengurus ICMI Orwilsus Bogor dan
menjadi penasihat LSM Metropol Indonesia bersama Mayjen (Purn) Pohman.
Alumnus kelas khusus Manajemen Prasetya Mulya Jakarta ini tergolong haus
menimba ilmu. Yocie saat ini sedang menyelesaikan tesis S2-nya di
Pascasarjana IPB. Alhasil, pengalaman praktisnya dalam kepemimpinan
teruji baik sebagai bankir profesional, politisi maupun pegiat sosial.
Hal itu pula yang membawanya ke negeri Paman Sam, terpilih sebagai
peserta program International Visitor Leadership Program (IVLP) untuk
mempelajari Good Governance and Decentralization di Amerika Serikat.
Dia terpilih bersama sejumlah tokoh muda lainnya, seperti Wakil Gubernur
Jawa Timur Saifullah Yusuf. Program yang sama pernah dilakoni pemilik
Grup Jawa Pos, Dahlan Iskan dan sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Seperti apa kesibukannya saat ini? Berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Radar Bogor, Yosep Awaludin?
---------
Nama Anda saat ini seperti hilang dari pantauan warga Bogor, sebetulnya apa kesibukkan Anda saat ini?
Saya masih aktif di berbagai kegiatan pengabdian untuk warga Bogor.
Namun memang kegiatan tersebut jauh dari publisitas seperti halnya dunia
politik. Sebagai contoh saya bersama Yayasan Ar Ruhamaa sedang
menyelesaikan pembangunan Yatim Center di Kota Bogor yang nantinya akan
ada klinik gratis dan lembaga pendidikan bagi yatim.
Saat ini sudah 400 anak yatim yang kami santuni. Saya juga aktif menjadi
pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwilsus Bogor dan
menjadi penggiat pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.
Apa motivasi Anda bergelut di bidang
sosial dan pernah pula di bidang politik, padahal sebagai seorang
profesional, waktu Anda sangat padat?
Saya terinspirasi dari hadis Rasulullah SAW, bahwa sebaik-baiknya
manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Untuk itu, sebagai warga
Bogor, saya ingin bermanfaat bagi kota saya dan warganya. Banyak jalan
agar kita bisa memberikan manfaat bagi sesama, khususnya di lingkungan
terdekat kita.
Anda pernah belajar tentang Good Governance di Amerika Serikat, hal apa yang bisa Anda terapkan di Indonesia?
Salah satu poin penting yang saya pelajari adalah pentingnya
transparansi keuangan negara kepada publik atau masyarakat secara luas.
Dan transparansi itu mestinya dipublikasikan secara luas antara lain
melalui media massa.
Sehingga semua komponen masyarakat, seperti mahasiswa, LSM dan media
massa bisa mengkritik langsung penggunaan uang negara secara terbuka dan
akurat.
Dengan cara seperti itu, angka korupsi di negeri ini akan bisa ditekan
serendah mungkin, karena adanya kontrol dari masyarakat itu sendiri.
Bagaimana Anda memandang Kota Bogor saat ini?
Bogor merupakan kota yang terus tumbuh dan berkembang baik, secara
populasi maupun ekonomi. Lihat saja aktivitas setiap akhir pekan, dimana
Bogor saat ini sudah menjadi salah satu tujuan utama wisata belanja dan
kuliner. Tentu saja ini potensi luar biasa dan bisa mendatangkan
pemasukan bagi Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor sudah berupaya keras untuk meningkatkan sarana
prasarana publik meskipun masih banyak hal yang harus ditingkatkan agar
Bogor tetap menjadi kota yang aman dan nyaman.
Apakah Anda sendiri merupakan salah satu pencinta kuliner?
Oh ya tentu saja, bagi saya Bogor merupakan surga kuliner yang tidak
kalah menarik dari kota-kota besar di Indonesia. Salah satu tempat
favorit kami sekeluarga adalah Taman Kencana. Biasanya setiap akhir
pekan, sambil berolahraga ringan, kami menyempatkan ke sana. Saya paling
suka Bubur Ayam dan Sop Buntut Ma Emun di Bantarjati.
Seperti apa potensi Kota Bogor di mata Anda?
Bagi saya, Bogor bisa menjadi kota penting kelas dunia karena sejarahnya
yang panjang, baik sebagai bekas ibukota kerajaan Pajajaran maupun kota
yang banyak meninggalkan situs-situs ilmiah peninggalan Belanda.
Misalnya Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Istana Batutulis, Museum
Zoologi, Museum Herbarium, dan Museum Hortus. Juga situs perjuangan
kemerdekaan Indonesia seperti Museum Perjuangan dan Museum Pembela Tanah
Air. Semua itu apabila ditata dengan baik, menurut saya menjadi modal
penting bagi Kota Bogor.
Bogor juga bisa menjadi tempat tumbuhnya industri kreatif yang potensial
dengan banyaknya aneka kerajinan khas dan menarik di Bogor. Semua itu
bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Bogor jika dikelola dengan
baik, tanpa melupakan pentingnya tata ruang yang baik. (*)
-------
Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Anak Yatim
Keprihatinannya terhadap sejumlah permasalahan sosial di Kota Bogor,
mendorong Yocie Gusman menjadi pegiat sosial. Salah satunya dengan
memberdayakan anak-anak yatim bersama Yayasan Ar Ruhamaa. Mayoritas anak
yatim masih dalam usia sekolah, namun karena minimnya biaya, banyak di
antara mereka yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Bahkan untuk
kebutuhan pokok hidupnya pun amat terasa sulit.
Kondisi itulah yang mendorong Yocie dan sejumlah koleganya mendirikan
Yayasan Islamic Yatim Center (IYC) pada 2007. Di lembaga tersebut Yocie
bertindak sebagai Dewan Pembina. Saat ini IYC menampung sekitar 400
yatim yang dibina dan disekolahkan.
“Berkat kepercayaan dari masyarakat, kami berkesempatan membangun IYC di
Bubulak. Nantinya di sana ada masjid, klinik gratis dan sekolah khusus
anak yatim,” ujar Yocie.
Lebih lanjut Yocie mengatakan, anak yatim biasanya masuk usia paling
rentan. Masih anak-anak tanpa didikan orangtua, kalau tidak dirawat
dengan benar akan sulit. Makanya, ia ingin membantu memberdayakan dan
membina anak yatim sampai mandiri. Salah satunya, dengan meningkatkan
kualitas dan daya saing mereka.
Apalagi, pemerintah saat ini dinilai kurang begitu memperhatikan hal
tersebut. “Tapi kita juga tidak bisa bekerja sendiri, maka dari itu jika
ada donasi yang ingin menyalurkan dananya untuk anak yatim, kami dengan
senang hati menerimanya,” tutur Yocie.
Yang jelas, papar Yocie, IYC merupakan organisasi sosial yang bertujuan
membantu anak-anak yatim dan duafa agar mereka memiliki kesempatan yang
sama untuk meraih masa depan yang lebih gemilang.
“Kami hadir untuk menjadi jembatan kasih sayang antara Anda dan
saudara-sudara kita yang terimpit kekurangan dan keterbatasan. Kami
hadir membantu siapa pun yang merasa berkepentingan untuk berbagi dan
menyucikan rezeki yang dimiliki,” bebernya.
Sejumlah program pembinaan khusus kepada anak yatim pun digelar IYC.
Pertama, program beasiswa yang menanggung biaya sekolah mereka. Kedua,
program-program pembinaan, seperti pelatihan kemandirian dan pengajian
rutin.
Ketiga, program rekreasi yang sudah beberapa kali adakan. “Kita harapkan
dengan ini mereka bisa mendapat pendidikan yang lebih baik sehingga
kelak menjadi orang yang mandiri,” pungkasnya
Berkat rahmat dan karunia Ilahi serta dukungan dan kontribusi para
dermawan di Kota Bogor, jelasnya, IYC telah menjadi sebuah institusi
sosial yang legal dan profesional, yang mencoba memberikan pelayanan dan
pengasuhan terbaik untuk anak-anak yatim dan duafa, agar mereka tidak
kehilangan kawalan dalam meraih masa depan yang lebih cemerlang.
“Kami akan selalu berupaya menjadi lembaga yang profesional dan dinamis
karena kami sadar segala bentuk bantuan dan dukungan dari para dermawan
adalah amanah tidak ringan yang harus kami pertanggungjawabkan di dunia
dan akhirat.
Penyelenggaraan pemeriksaan oleh tim akuntan publik adalah salah satu
bentuk komitmen kami dalam upaya membentuk lembaga sosial yang
terpercaya. Doa dan dukungan dari berbagai pihak sangat kami nantikan.
Bersama, kita wujudkan cita-cita mereka,” paparnya. (sep)